SOLID GOLD |YouTube Rombak Desain Permudah Pengguna

https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 21 207 1966929 youtube-rombak-desain-permudah-pengguna-seperti-apa-Y7iljV4mr6.jpg

SOLID GOLD MAKASSAR – Google dikabarkan memperbarui desain dalam aplikasi YouTube. Untuk Anda yang merupakan seorang YouTuber atau pembuat konten di YouTube, Anda tidak akan merasa kebingungan akan pembaruan yang terjadi dalam desain baru platform tersebut.
Pembaruan ini memungkinkan Anda yang sering mengakses YouTube menonton video tersemat untuk menavigasi ke saluran video dengan mudah serta mengelola pengaturan dasar tertentu. Video sematan nantinya akan ada di samping judul video di sudut kiri atas yang akan menampilkan logo saluran.
Saat Anda menggerakkan mouse ke atas logo, logo itu akan menampilkan menu yang menyertakan opsi “subscribes” yang memungkinkan pengguna dengan cepat berlangganan untuk menonton beberapa video di saluran tersebut.
Selain itu, pengguna juga dapat mengaktifkan notifikasi untuk saluran itu secara langsung di menu slideout yang berarti pengguna dapat menyesuaikan pengaturan yang dapat menghemat waktu untuk pergi ke halaman saluran.
Sisa video yang disematkan akan tetap seperti sebelumnya, tetapi mungkin ini akan membantu dalam penemuan saluran dan juga langganan.
Advertisements

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Twitter Beri Notifikasi Kicauan yang Bermasalah

Foto: Twitter

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – TWITTER melakukan pembaruan tentang tweet yang dilaporkan oleh pengguna lain. Itu artinya, Twitter akan memberi notifikasi kepada akun yang kicauannya dinilai melanggar aturan.
Dengan diberi notifikasi, maka pengguna akan mengetahui saat Twitter mengambil tindakan terhadap tweet tersebut. Pembaruan ini dapat dilihat pengguna di aplikasi dan website dalam beberapa minggu mendatang.
“Apabila terbukti melanggar peraturan, Twitter akan meminta Tweet untuk dihapus. Setelahnya akan muncul notifikasi yang menyatakan bahwa Tweet tersebut tidak lagi tersedia karena melanggar peraturan Twitter,” kata Twitter dalam siaran persnya.
Disampaikan Twitter juga, akan ada juga tautan terkait peraturan dan artikel yang menginformasikan lebih detail tentang penegakkan peraturan Twitter.
“Notifikasi ini akan ditampilkan di akun pelapor dan tweet yang dilaporkan selama 14 hari setelah tweet tersebut dihapus,” tuturnya.
Pembaruan lainnya adalah dengan menyembunyikan cuitan yang dilaporkan pengguna dibalik notifikasi, seperti yang terlihat di bawah ini. Jika ada kebutuhan untuk melihat Tweet yang dilaporkan, pengguna dapat klik notifikasi tersebut untuk melihatnya.
Sejak awal tahun 2017, Twitter telah mengimplementasikan lebih dari 100 perubahan atau eksperimen, melakukan lebih dari selusin pembaruan kebijakan, memperluas tim dan penegakan Twitter – semuanya dilakukan demi terciptanya Twitter yang lebih aman.
Media Sosial berlogo burung ini juga telah memperbarui peraturan dengan lebih banyak detail dan contoh agar lebih mudah dipahami, meningkatkan komunikasi kepada pengguna yang melanggar peraturan, sehingga mereka tahu Tweet mana yang bermasalah dan peraturan mana yang dilanggar, serta memberitahu pengguna tentang laporan yang mereka ajukan.

PT SOLID BERJKANGKA | Chapter 921 One Piece Hadirkan Pertarungan Baru Tim Topi Jerami

https: img.okeinfo.net content 2018 10 18 598 1965535 chapter-921-one-piece-hadirkan-pertarungan-baru-tim-topi-jerami-vEMUpvKyuq.jpg

PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Bicara tentang keseruan pertarungan di One Piece memang tak akan ada habisnya. Setelah dibuat menahan napas di satu chapter, fans akan dibuat tegang karena pertarungan lain di chapter berikutnya.

chapter 921 sepertinya sebuah pertarungan besar telah menanti geng Topi Jerami di Wano.

Di chapter terakhir dikisahkan bahwa One Piece bakal masuk ke konflik besar baru. Monkey D Luffy dan sebagian krunya kini bersatu bersama Kinemon. Samurai itu baru saja mengungkapkan penjelajahan waktu yang dilakukan klannya dari masa lalu untuk membebaskan Wano.

Perang mungkin diperlukan untuk kebebasan itu, tapi, Kinemon mengatakan, peran bukanlah misi mereka. Meski begitu, konflik sepertinya akan tumbuh di Wano.

“Pasukan kita saat ini adalah kru Topi Jerami yang dipimpin Luffy, Bajak Laut Hati yang dipimpin Law, dan dua grup dari Mink Tribe. Musketeers yang dipimpin Inuarashi dan Guardians yang dipimpin Nekomamushi serta samurai yang kami rekrut dengan niat untuk memberontak,” tutur Kinemon seperti dikutip ComicBook.com.

“Idealnya, pasukan kita akan membutuhkan 5.000 personel. Tapi, memicu perang bukanlah niat kita. Tujuan kita adalah menyusun informasi dengan diam-diam dan mengambil alih kepala komando,” lanjutnya.

Namun, meski Kinemon ingin merahasiakan operasi itu, penggemar tentu tahu bahwa peluangnya itu kecil. Kalau samurai itu punya aliansi sebesar itu di belakangnya, maka kepala Wano akan tahu dan Kaido tidak menjadi pimpinan Perompak Jahat karena kebodohannya.

Yonko punya telinga di mana-mana dan hanya masalah waktu sebelum Luffy secara tidak sengaja menguak semuanya dengan melakukan sesuatu. Apalagi, Luffy dan anggota aliansi ini sudah sepakaat untuk menyerang Onigashima di malam Festival Kembang Api untuk menyerang Kaido.

Selain itu, Zoro yang tersesat di Kuri diperkirakan akan bertemu Jack, yang merupakan salah satu penjahat terkuat di manga ini. Meski Zoro juga kuat, tapi dia sepertinya bakal kesulitan menghadapi Jack. Sebagaimana rencana Kinemon berjalan, dia dan aliansinya bisa saja bertemu Zoro dan Jack.

SOLID GOLD BERJANGKA | Alasan Pidato Soeharto Tak Pakai Kalimat ‘Mengundurkan Diri’ saat Lengser

Terungkap, Alasan Pidato Soeharto Tak Pakai Kalimat 'Mengundurkan Diri' saat Lengser, karena Ini

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Masih soal Presiden RI ke-2, Soeharto. Soeharto sangat berhati-hati dalam mencari kata yang tepat untuk menyusun pidato pengunduran dirinya sebagai presiden.
Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan diri mundur dari kursi presiden setelah 32 tahun mendudukinya.
Pidato pengunduran diri Soeharto dibacakan di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB.
Tuntutan rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang, terutama permintaan pergantian kepemimpinan nasional, menjadi alasan utama mundurnya Soeharto.
“Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, kamis 21 Mei 1998,” ujar Soeharto, dilansir dari buku Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006) yang ditulis Bacharuddin Jusuf Habibie.
Jika diperhatikan,  Soeharto menggunakan kata ‘berhenti’ dalam pidato pengunduran dirinya itu.
Ternyata, ada cerita dibalik dipilihnya kata itu oleh Soeharto Dalam tulisan yang diunggah website pribadinya, Soeharto menceritakan momen saat Soeharto menyusun pidato pengunduran dirinya:
Pada malam itu, dari ruang duduk keluarga, setelah bapak (Soeharto,red) memberi tahu kami tentang keputusan beliau untuk tidak meneruskan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, dan setelah memberi nasehat pada kami, bapak berdiri menuju ruang kantorannya yang tidak jauh dari ruang duduk, sambil memanggil saya (Mbak Tutut,red).
Kemudian bapak memerintahkan saya untuk mengambil buku UUD 45 di lemari buku bapak.
“Untuk apa tho pak Buku UUD 45 ini,” Saya bertanya sambil menyerahkan buku tersebut.
“Bapak mau mencari kata berhenti menjadi Presiden, bapak tidak mau kata mengundurkan diri,” bapak menjawab sambil mulai membuka dan membacanya.
“Apa bedanya mengundurkan diri dan berhenti pak,” penasaran saya bertanya.
“Beda, kalau mengundurkan diri, bapak belum selesai tugasnya sudah mundur, berarti bapak tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan ke bapak.
Kalau berhenti, masih dalam jabatan dan masih siap menyelesaikan tugasnya, tapi karena dipaksa untuk tidak melanjutkan jabatannya, jadi berhenti, bukan kemauan bapak sendiri.”
 
“Lalu apa hubungannya dengan buku UUD 45 pak,” saya bertanya masih penasaran.
“Bapak akan mencari apakah kata-kata berhenti itu ada di UUD 45 dalam kaitannya dengan Kepresidenan. Bapak ingin semua didukung oleh undang-undang.”
Bapak menjelaskan dengan sabar dengan tetap membaca buku UUD 45, tiba tiba beliau berkata : “Nah ini ada kata kata berhenti. Coba kamu baca BAB III, Pasal 8.”
Saya baca bagian tersebut, dan disitu tertulis dengan jelas kata yang bapak kehendaki.
BAB III
KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA
Pasal 8
Jika Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya.
“Iya pak, betul ada kata berhenti,” Sayapun mengiyakan pendapat bapak.
Lalu bapak memerintah saya untuk mengambil kertas dan bolpoint. Bapak meminta saya untuk menulis yang bapak katakan.
Saya tidak berani bertanya lagi karena bapak kelihatan serius. Saya tulis apa yang bapak katakan.
Berdebar jantung saya, dan bergetar tangan ini menulisnya, ternyata bapak membuat pidato berhentinya bapak dari jabatan Presiden R I.
Sambil menulis, tak henti-henti saya berdoa : “Yaa ALLAH, lindungi bapakku, kasihi bapakku, cintailah bapakku, berilah selalu petunjuk MU, yang terbaik kiranya ENGKAU berikan pada bapakku, aamiin.”
Akhirnya selesai bapak berucap. Setelah ada pembetulan beberapa kalimat, bapak membaca nya dan mengatakan : “Wis cukup.” Lalu bapak kantongin kertasnya.
Dan sebagian besar yang bapak ucapkan, sesuai dengan pidato berhentinya beliau.
“Bapak … kami bangga pada bapak, disaat masyarakat menghujat bapak dengan sangat kejamnya, bapak tetap mempertahankan semua tindakan bapak berdasarkan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan perlakuan apapun yang bapak terima, bapak tetap mencintai bangsa, Negara dan masyarakat Indonesia sampai akhir hayat bapak.”
***
Dengan pidato pengunduran diri ini, Soeharto menyerahkan kekuasaan kepresidenan kepada Wakil Presiden BJ Habibie.
“Sesuai dengan Pasal 8 UUD ’45, maka Wakil Presiden Republik Indonesia Prof H BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden Mandataris MPR 1998-2003,” ucap Soeharto
Gerakan reformasi merupakan penyebab utama yang menjatuhkan Soeharto dari kekuasaannya.
Aksi demonstrasi ini mulai terjadi sejak Soeharto menyatakan bersedia untuk dipilih kembali sebagai presiden setelah Golkar memenangkan Pemilu 1997.
Timbul serangkaian peristiwa hilangnya aktivis demokrasi dan mahasiswa yang dianggap melawan pemerintahan Soeharto.
Sejak saat itu, perlawanan terhadap Soeharto semakin terlihat.
Aksi mahasiswa yang semula dilakukan di dalam kampus, kemudian dilakukan di luar kampus pada Maret 1998.
Mahasiswa semakin berani berdemonstrasi setelah Soeharto terpilih sebagai presiden untuk periode ketujuh dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998.
Jika awalnya mahasiswa menuntut perbaikan ekonomi, setelah Soeharto terpilih tuntutan pun berubah menjadi pergantian kepemimpinan nasional.
Sayangnya, kekerasan yang dilakukan aparat keamanan dalam mengatasi aksi mahasiswa mengubah aksi damai menjadi tragedi.
Dilansir dari dokumentasi Kompas, aksi mahasiswa di Yogyakarta yang ditangani secara represif oleh aparat keamanan pada 8 Mei 1998 menyebabkan tewasnya Moses Gatutkaca.
Mahasiswa Universitas Sanata Dharma itu meninggal akibat pukulan benda tumpul.
Tragedi kembali terjadi saat aparat mengatasi demonstrasi mahasiswa dengan kekerasan pada 12 Mei 1998.
Empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas akibat ditembak peluru tajam milik aparat keamanan.

SOLID BERJANGKA | Pendiri Microsoft Meninggal Dunia

Paul Allen. Foto: Getty Images

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Paul Allen yang mendirikan Microsoft bersama Bill Gates, meninggal dunia pada usia 65 tahun karena komplikasi penyakit kanker Limfoma non-Hodgkin.
Allen pertama kali bertemu dengan Bill Gates pada tahun 1968 ketika menempuh masa SMA di Lakeside School di Seattle. Sama-sama jenius dan gila komputer, mereka pun jadi sobat akrab.
Pada tahun 1975, Allen bersama Gates mengembangkan software BASIC untuk komputer desktop Altair 8800. Tak cuma itu, keduanya sepakat mendirikan perusahaan yang menjadi cikal bakal Microsoft.
Sempat berteman akrab, Allen dan Gates di masa-masa awal berdirinya Microsoft jadi banyak bertengkar. Hingga akhirnya Allen meninggalkan Microsoft pada tahun 1983. Hubungan mereka membaik beberapa tahun belakangan.
Masih memegang saham Microsoft, Allen termasuk orang paling banyak hartanya di dunia. Forbes mengestimasi kekayaannya di kisaran USD 21,7 miliar pada bulan ini.
Di awal Oktober ini, Allen mengungkap bahwa dia kembali dirawat karena kanker yang dulu pernah pula dideritanya pada tahun 2009. Kini, dia telah menghembuskan napas terakhir.
“Meski kebanyakan orang mengenal Paul sebagai pakar teknologi dan dermawan, bagi kami dia adalah saudara dan paman yang sangat dicintai, serta teman yang luar biasa,” sebut saudari kandung Applen.

SOLID GOLD | Ballo’ Tidak Selamanya Pahit

TRIBUNWIKI: Ballo Tidak Selamanya Pahit

SOLID GOLD MAKASSAR – Ballo (Bahasa Makassar, dalam Bahasa Bugis disebut Tua’) adalah cairan yang diperoleh dari pohon Lontar melalui proses penyadapan.
Minuman ini sudah dikenal sejak zaman I La Galigo, jauh sebelum Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, dan kerajaan lainnya di Sulawesi muncul.
 
Belum diperoleh kesepakatan oleh ahli sejarah, kapan orang Bugis-Makassar-Mandar-dan Toraja mulai mengenal ballo’.
Dalam berbagai literatur tentang cerita tradisi Bugis-Makassar, ballo’ menjadi sajian pelengkap kaum bangsawan menyambut tetamu. Ia kerap ditandemkan dengan daun Sirih.
Ballo’ atau Tua’ dikenal di seluruh wilayah Sulsel, hingga pelosok desa. Di mana ada Pohon Lontar berdiri, berarti di situ berpotensi besar menghasilkan ballo atau tua’.
Ballo’ Te’ne’ dijajakan di Jeneponto, di sepanjang Jl Poros Makassar-Jeneponto. Awalnya ballo te’ne ini dijajakan dalam botol bekas air mineral.
 
Lalu, sekitar tahun 2008, aktivis asal Jeneponto mendirikan Paguyuban Lontara Sakti yang menghimpun“pengusaha” dan “produsen” ballo di butta turaatea.
Lewat Paguyuban Lontara Sakti ini, Mukhtar memprakarsai hadirnya ballo dalam kemasan khusus, . Mukhtar Tompo yang juga anggota DPRD Sulsel Periode 2009-2014 dan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini, bekerja sama dengan sejumlah intansi untuk memberdayakan petani penghasil ballo.
Proses Penyadapan
Pohon Lontar bisa disadap untuk menghasilkan ballo’ setiap saat. Pangkal cikal bakal buah (bunga) Lontar dipotong. Lalu batang bambu sepanjang sekitar 30 centimeter diikatkan di bawah potong pangkal tandan. Nah, cairan yang keluar dari tandan itulah yang ditampung di tabung bambu.
Jika cairan itu tidak dicampurkan dengan bahan apapun, ia akan tetap manis dan menjadi ballo te’ne atau tua’ cenning.
 
Untuk menghasilkan ballo’ Kaccih atau Tua’ Pai’ (yang pahit), dicampurkan getah pohon lainnya. Biasanya dimasukkan potongan batang pohon duwet, dalam Bahasa Bugis-Makassar disebut “Coppeng” atau “Caloppeng”, beberapa centimeter untuk menghasilan ballo’ Kaccih.

SOLID BERJANGKA | Solid Gold Berjangka Gelar Donor Darah Peduli Sulteng

Solid Gold Berjangka Gelar Donor Darah Peduli Sulteng

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Manajemen Solid Gold Berjangka menggelar donor darah peduli gempa dan tsunami untuk warga Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Donor darah dilakukan, Sabtu (06/10) di Kantornya, Jalan Ratulangi.

Kegiatan ini untuk membantu warga yang membutuhkan darah, apalagi pasca kejadian tersebut banyak korban jiwa yang membutuhkan darah.

Staf  Compliance Solid Gold Makassar, Sunarti Sabir mengatakan, donor darah yang dilakukan untuk meringankan beban para korban bencana, utamanya untuk pemulihan kesehatan mereka banyak yang membutuhkan donor darah.

“Kami bekerja sama PMI Makassar melakukan donor darah ini dengan melibatkan 6 tim medis, sementara pendonor berasal dari karyawan Solid Gold beserta keluarganya dengan target kantong darah sebanyak 200,” ujarnya.

Dia menuturkan, kegiatan sosial untuk korban gempa dan tsunami untuk Sulteng bukan kali pertama dilakukan, sebelumnya juga telah disalurkan bantuan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, kemarin, SOLID GROUP turut serta menyalurkan donasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Kami menggandeng TNI – AU, untuk mengirimkan Bantuan kemanusiaan senilai  Rp300 juta dalam bentuk barang yang dibutuhkan Masyarakat Korban Gempa langsung di Palu dan juga bekerja sama untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Masyarakat Korban Gempa yg telah dievakuasi di Kota Makassar. Posko ASRAMA Haji dan LANUD, Makassar,”tutur Representative Solid Group Indonesia, Kezia Pingkan Mallisa Massie, dalam rilisnya.

Untuk itu, diharapkan bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak bencana sesegera mungkin.

“Saat Sulawesi Tengah sedang Berduka, maka Kami di Makassar Sulawesi Selatan juga Turut berduka, merasakan nestapa saudara kami disana, demikian juga menjadi duka Bangsa ini,” ujarnya.

SOLID GOLD | Solid Gold Beri Bantuan untuk Korban Bencana Palu-Donggala

Solid Gold Beri Bantuan untuk Korban Bencana Palu-Donggala

SOLID GOLD MAKASSAR – SOLID Group turut serta menyalurkan donasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Kami menggandeng TNI – AU, untuk mengirimkan Bantuan kemanusiaan senilai Rp.300,000,000 dalam bentuk barang yang dibutuhkan Masyarakat Korban Gempa langsung di Palu.” Kata Kezia Pingkan Mallisa Massie, As a reprensentative of solid group Indonesia, Jumat (5/10/2018).

” Kami juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ini untuk Masyarakat Korban Gempa yang telah dievakuasi di Kota Makassar, termasui di Posko ASRAMA Haji dan LANUD,Makassar,”Lanjut Kezia.

Menurut Kezia, bantuan solid gold ini diharapkan dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak bencana sesegera mungkin.

“Saat Sulawesi Tengah sedang Berduka, maka Kami di makassar Sulawesi Selatan juga Turut berduka, merasakan nestapa saudara kami disana, demikian juga menjadi duka Bangsa ini”. Kata kezia

Keseluruhan jajaran manajement Solid Gold berdoa agar pemulihan Palu – Donggala Sulawesi Tengah segera terjadi.

“yang terluka mendapatkan perawatan serius, dan pemerintah, tenaga medis serta relawan yang tengah bergerak dan bekerja dengan hati bagi pemulihan Palu dibuat Tuhan berhasil di segala hal untuk semua terdampak bencana inii,”tambahnya

SOLID BERJANGKA | Sepi Perdagangan Membuat IHSG Melemah

Foto: detikcom

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berakhir melemah 0,53% atau 31,95 poin ke level 5.944,601. Padahal hari ini data BPS cukup positif yakni pada September 2018 terjadi deflasi sebesar 0,18%.
Menurut Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali pelemahan IHSG hari ini lebih karena sepinya perdagangan saham. Total nilai transaksi hari ini hanya Rp 6,08 triliun dari 9,13 miliar lembar saham.

“Hari ini transaksi cukup kecil Rp 6 triliun dibandingkan rata-rata transaksi pekan lalu di level sekitar Rp 8 triliun,” terangnya.

Frederik menilai, sepinya perdagangan lebih karena masuk bulan baru dan terjadinya window dressing ringan. Window dressing sendiri merupakan aksi strategi dari manajer investasi untuk mempercantik portofolionya.

Sementara untuk data BPS menurut Frederik tak begitu mempengaruhi. Sebab secara keseluruhan masih dalam rentang target 3,5%.

Meskipun dari data BPS deflasi terjadi karena hampir semua segmen turun seperti transportasi, komunikasi & jasa keuangan mulai melambat dari 4,10% menjadi 4,04%, lalu edukasi, rekreasi dan olahraga dari 3,76% menjadi 3,25% dan paling besar kontribusi penurunan adalah harga makanan dari 4,9% menjadi 3,75% serta harga pakaian dari 3,41% menjadi 3,15%.

SOLID GOLD | Tragedi 1965 dalam Kurikulum Nasional

Tragedi 1965 dalam Kurikulum Nasional

SOLID GOLD MAKASSAR – Akhir September dan 1 Oktober kembali tiba. Ribut-ribut soal PKI dan komunisme kembali marak. Ada yang ingin film G30S/PKI kembali diputar di mana-mana, ada yang asal menuduh seseorang atau kelompok tertentu sebagai komunis dan PKI. Belum lagi jika kita menyebut sederet catatan pembubaran acara yang dituduh bagian dari upaya menyebarkan komunisme dan menghidupkan PKI kembali.
Dua puluh tahun setelah Orde Baru tumbang, masih sulit bagi bangsa ini untuk membuka diri pada kesalahan masa lalu dan bersama-sama mencari kebenaran atas apa yang sesungguhnya terjadi. Dalam kenyataan seperti ini, bagaimana peristiwa penting dalam sejarah bangsa tersebut diajarkan di bangku sekolah? Apa yang disampaikan oleh guru dan buku pelajaran pada siswa-siswa di ruang kelas?
Kurikulum sekolah yang berlaku sekarang ini adalah Kurikulum 2013. Peristiwa 30 September 1965 sudah diajarkan sejak bangku SD hingga SMU dengan porsi dan penekanan yang berbeda-beda. Pada tingkat SD, peristiwa ini diajarkan melalui pengenalan pahlawan-pahlawan revolusi. Materi pengajaran yang cukup komprehensif atas peristiwa ini ada pada pelajaran Sejarah Kelas XII (Kelas 3 SMU).
Dalam buku Sejarah untuk siswa Kelas XII yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015, peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 itu kembali disebut dengan menggunakan istilah “G30S/PKI”. Penggunaan istilah ini tak bisa diabaikan begitu saja.
Salah satu buah dari Reformasi 1998 adalah adanya upaya dari segenap elemen masyarakat untuk mempertanyakan segala narasi tunggal atas sejarah bangsa ini, termasuk apa yang terjadi pada akhir September 1965. Salah satu wujud dari upaya itu adalah sikap untuk menganggalkan kata “PKI” dari istilah “G30S”. Maka, pada tahun-tahun awal Reformasi, penyebutan peristiwa itu cukup dengan “G30S”, bukan “G30S/PKI”. Pelajaran sejarah di sekolah pada tahun-tahun pertama Reformasi pun menggunakan G30S, bukan G30S/PKI. Kini, dengan Kurikulum Nasional 2013, melalui buku-buku yang resmi diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pengajaran sekolah kembali menggunakan konsep yang diciptakan dan disebarluaskan oleh Orde Baru: G30S/PKI.
Satu hal yang sedikit menggembirakan dari pelajaran sejarah saat ini adalah adanya pengakuan bahwa masih ada kontroversi dan perdebatan atas apa yang terjadi pada 30 September 1965. Dalam buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut disebutkan ada enam teori yang mencoba menjelaskan siapa dalang peristiwa tersebut.
Teori pertama, Gerakan 30 September merupakan persoalan internal Angkatan Darat yang dipicu oleh kecemburuan terhadap elite TNI AD. Teori kedua, bahwa dalang Gerakan 30 September adalah Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA). Teori ketiga menyebut bahwa Gerakan 30 September bisa terjadi karena ada pertemuan kepentingan Inggris dan Amerika Serikat untuk menggulingkan Sukarno. Teori keempat, Sukarno adalah dalang Gerakan 30 September. Teori kelima menjelaskan bahwa tak ada skenario besar dan pemain tunggal dalam peristiwa tersebut; semuanya pecah dalam improvisasi di lapangan. Teori terakhir, yang menjadi narasi dominan hingga hari ini, dalang Gerakan 30 September adalah PKI.
Buku tersebut menyebut teori yang antara lain dikemukakan oleh Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh ini merupakan teori yang paling umum didengar mengenai kudeta 30 September 1965. Meski diakui adanya beragam versi, toh tetap saja versi keenam yang mendapat porsi besar dalam uraian buku yang menjadi pegangan siswa berdasarkan Kurikulum Nasional 2013.
Cerita pun bergulir mulai dari segala tindak-tanduk PKI yang membuat resah masyarakat di berbagai daerah, segala pertentangan, dan bahkan kekerasan dalam masyarakat yang kemudian mencapai puncaknya dengan pemberontakan yang terjadi pada malam 30 September. Setelah itu, dalam situasi yang penuh ketidakpastian, Soeharto mengambil alih kepemimpinan untuk menumpas G30S/PKI dan menangkap pentolan PKI di daerah-daerah.
Soeharto pun menjadi pahlawan. Persis seperti penggambaran dalam film G30S/PKI yang selama Orde Baru berkuasa selalu diputar pada malam 30 September. Dan, cerita pun berakhir. Pelajaran tentang G30S untuk siswa Kelas XII diakhiri dengan narasi keberhasilan penumpasan PKI.
Tak ada kisah tentang pembantaian ratusan ribu manusia di berbagai daerah. Tak ada cerita tentang orang-orang yang dipenjara, disiksa, diperkosa, diasingkan tanpa proses peradilan. Belum lagi fakta bahwa tak semua dari orang-orang tersebut adalah mereka yang tak tahu apa-apa tentang hiruk-pikuk politik masa itu. Tentu saja juga tak ada cerita tentang keturunan anggota PKI yang seumur hidup juga harus menanggung hukuman.
Dua puluh tahun setelah Reformasi, kurikulum nasional kita masih menyembunyikan fakta kelam tersebut, mengabaikan segala bentuk temuan, kesaksian, pemberitaan di dalam maupun di luar negeri. Apa yang kita harapkan dari pelajaran sejarah macam ini? Bagaimana bisa kita mengharapkan lahirnya generasi-generasi kritis yang membawa perubahan jika yang mereka pelajari di sekolah adalah bagian dari propaganda usang?
Mengakui bahwa pembantaian dan segala bentuk kekejian itu ada merupakan langkah pertama dalam upaya mencari kebenaran dan keadilan. Dan, memasukkan pengakuan tersebut dalam pelajaran sekolah adalah sebuah keharusan yang tak bisa lagi ditunda.