PT Solid Gold Berjangka | PENGALAMAN SELEKSI KERJA PT. SOLID GOLD BERJANGKA

[Cerita pengalaman proses rekrutmen pekerjaan ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya, menurut pandangan saya dan berusaha untuk tidak memihak, menjatuhkan atau mengubah sudut pandang pembaca menjadi negatif terhadap perusahaan. Tujuan tulisan ini semata-mata hanya untuk membagi pengalaman dan memberi gambaran kepada pembaca yang mungkin akan melalui proses rekrutmen yang sama. Selamat membaca dan berpikir secara bijak.]

Pengalaman seleksi di PT. SOLID GOLD BERJANGKA ini dimulai saat saya salah masuk Job Fair. Bukan salah masuk sih sebenernya, tapi Job Fair yang saya datangi saat itu tidak sesuai dengan ekspetasi. Job Fair yang saat itu diselenggarakan oleh salah satu SMK Negeri di Jakarta ternyata hanya berisi sedikit perusahaan dan dominan diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK. Sehingga saya masuk ke dalam Job Fair itu tidak sampai 10 menit sudah selesai melihat seluruh perusahaan dan langsung keluar. Untung saja masuknya nggak bayar hehe.

Nah, di Job Fair itu saya bertemu dengan PT. Solid Gold Berjangka. Kebetulan stand perusahaan ini berada di paling ujung dekat pintu masuk, jadi saat saya baru masuk ruangan langsung disambut mbak-mbak yang memberikan pamflet lowongan di SGB. Di pamflet itu tertulis beberapa lowongan pekerjaan, tapi saya rasa tidak ada yang sesuai dengan saya karena kebanyakan berhubungan dengan keuangan. Lalu di poin nomor terakhir ada lowongan Management Trainee dan saya tertarik untuk menanyakannya. Kemudian saya duduk di stand dan disambut hangat. Saya menanyakan perusahaan ini bergerak di bidang apa, mbaknya bilang perusahaan di bidang keuangan. Lalu saya bilang kalau saya lulusan Arsitektur, bagian apa dong yang cocok dan bisa saya lamar. Saat itu mbaknya menyarankan saya untuk langsung mencoba bagian Assistant Relationship Manager, dengan alasan saya lulusan S1 dan cantik. Nggak ngerti juga apa hubungannya sama fisik wkwk. Tapi saya mendengar disarankan untuk langsung mendaftar di bagian itu langsung tertarik, karena di pamflet lowongan tersebut bagian ARM termasuk lowongan yang jabatannya paling lumayan. Kemudian saya menanyakan ARM itu emang job descnya ngapain kok mbaknya bisa yakin saya cocoknya mencoba bagian itu. Tapi mbaknya tidak mau menjelaskan karena untuk job desc nanti bisa ditanyakan langsung saat interview. Yasudah saya coba saja mendaftar dan kalau lolos akan langsung diinfokan sore itu juga, dan besoknya langsung interview.

Sorenya, saya mendapat telepon dari SGB bahwa saya lolos administrasi dan diminta datang interview keesokan harinya. Saya yang belum paham SGB ini sebenarnya perusahaan apa, akhirnya saya googling dan hasil yang muncul sangat mengagetkan. Banyak sekali artikel yang menjurus mengenai penipuan yang dilakukan SGB. Saya buka web SGB dan artikel-artikel lainnya bukan langsung paham, tapi semakin bingung ini sebenarnya perusahaan apa. Saya baca per kalimat per kata, tapi saya yakin ini bahasa perekonomian yang saya nggak pernah tau hehe. Tapi saat saya share dengan pacar saya, dia bilang sepertinya ini perusahaan saham. Yasudah saya anggap saja seperti itu, walaupun saya juga bingung kenapa mbak yang di Job Fair cuma bilang perusahaan keuangan, dan kenapa banyak sekali artikel penipuan. Tapi saya masih mencoba positive thinking dan datang panggilan interview keesokan harinya.

Saya yang sudah diberi info lengkap lokasi tes langsung tau dimana tempatnya karena kantor SGB ini berada di gedung office dan apartment yang berseberangan dengan salah satu mall di pusat Kota Jakarta. Saat saya keluar dari lift dan melihat penampakan resepsionis kantor SGB… Wow! Kemudian masuk ke area kantor, menuju ruang peserta… WOW! Saya mau kerja di kantor ini! Super zuper cozy banget nget! Kantornya besar dengan banyak ruangan yang besar-besar juga, dan tiap ruangan juga diisi banyak sekali karyawan. Pikirannya saya semakin positif dan menganggap ini perusahaan besar yang nggak mungkin melakukan penipuan. Penipuan itu pasti cuma karena kesalahpahaman. Apalagi ini perusahaan di bidang keuangan, saham dan hal-hal sensitif seperti itu. Begitu pemikiran saya saat itu. Saya masuk ke ruang yang ternyata itu ruang khusus training room, khusus untuk pendaftar kerja dan tes seleksi karyawan baru. Ruangannya seperti ruang meeting dengan meja kotak dan kursi-kursi mengelilingi, serta LCD proyektor yang canggih hehe.

Disitu peserta disuruh duduk dan menunggu dipanggil satu persatu untuk dibawa ke ruang atasan yang langsung akan menginterview. Herannya saat itu saya datang tidak terlalu awal tapi malah cepat dipanggil hehe. Saya langsung dibawa ke sebuah ruang di dekat resepsionis. Ruangan itu lebih tertutup dibanding ruang lainnya karena tidak memiliki jendela dan berukuran lebih kecil. Begitu dibukakan pintu, ternyata ruangan itu hanya berisi 1 orang wanita yang sepertinya sudah memiliki jabatan tinggi di SGB. Yang saya perhatikan saat itu komputer di meja ibu tersebut menampilkan grafik yang terus bergerak. Walaupun saya tidak paham, tapi saya merasa itu grafik saham dan sejenisnya. Jadi saya semakin yakin perusahaan ini memang bergerak di bidang saham.

Dari awal saya masuk ruangan tersebut, ibu yang akan menginterview saya ini sangat ramah dan berkali-kali memuji saya cantik sekali. Haha bukan cuma bikin kepedean, tapi ini jadi poin penambah kepercayaandiri saya, sampai saya bingung harus menjawab seperti apa ketika ibu tersebut lagi-lagi memuji saya cantik. Beberapa saat setelah saya duduk di hadapannya, ibu tersebut membaca berkas lamaran saya dan menanyakan sedikit tentang saya. Tentang pendidikan, tempat tanggal lahir, dan memastikan saya melamar posisi apa. Ibunya juga menanyakan apa saya sudah tau job desc posisi tersebut, kemudian saya ceritakan yang dibilang mbak penjaga stand saat Job Fair. Lalu ibu tersebut mengiyakan dan bilang untuk posisi dan job desc nanti akan disesuaikan dengan hasil psikotest. Jadi hari itu cukup interview sebentar hanya untuk mencocokan kebenaran berkas dengan kehadiran peserta, kemudian saya diberi kesempatan untuk mengikuti psikotest keesokan harinya. Begitu informasi yang ibu tersebut berikan. Tidak sampai 15 menit saya sudah selesai dan boleh pulang.

Keesokan harinya, saya datang kembali untuk mengikuti psikotest. Di kantor yang sama dengan ruang yang berbeda karena psikotest ini diikuti seluruh peserta, kurang lebih 50 orang, dan harus duduk layaknya tes. Sehingga peserta ditempatkan di ruangan yang sudah di setting dengan kursi tes yang berjejer-jejer, tapi ruangan ini tidak kalah nyamannya dengan ruang sebelumnya. Sambil menunggu tes dimulai, ada satu hal lagi yang saya kagumkan pada kantor SGB. Setiap hari non stop terdapat alunan musik yang dipasang melalui speaker kantor. Setiap pagi musik yang terpasang adalah sholawat dan lagu-lagu islami, kemudian agak siang dilanjutkan dengan lagu-lagu pop barat terkini. Saya yang seorang muslim dan masih muda merasa mengapresiasi suasana kantor yang seperti itu.

Kemudian psikotest dimulai dengan dipandu oleh mbak-mbak HRD. Saat tes berlangsung, ada lagi yang saya kagumkan dari ruangan kantor ini. Bukan hanya ACnya yang sejuk dan nyaman, LCD yang digunakan ternyata canggih dengan sistem papan LCD yang sangat besar, touchscreen dan menggunakan spidol dan penghapus khusus yang memudahkan pemandu dalam memandu jalannya tes. Mungkin di kantor-kantor lain sudah banyak yang menggunakan ini ya. Tapi bagi saya yang baru pertama kali tau, ini sangat memukau hehe. Tapi………… ada yang saya sayangkan dan herankan pada psikotest SGB ini. Psikotest seleksi kerja yang menurut saya merupakan tes yang formal dan sakral ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Psikotest ini terdiri dari beberapa bagian tes. Pada bagian tes koran/pauli, mbak-mbak pemandu tidak hanya memberikan penjelasan di awal, tapi sejalan dengan berjalannya tes malah keliling untuk memberi arahan langsung kepada peserta tes yang kurang paham. Dan itu tidak hanya satu-dua peserta yang tidak paham dan dibimbing pengerjaannya, tapi banyak sekali. Sehingga tes ini yang seharusnya ada waktu tertentu untuk memberi batas garis, malah seperti lamaaa sekali karena mbak-mbak pemandunya sibuk membantu banyak peserta.

Kemudian pada psikotest bagian DISC, yang seperti tes kepribadian ada 4 poin itu, baru kali ini saya melakukan test DISC yang langsung dikoreksi dan dinilai sendiri. Jadi yang biasanya saya hanya mendapatkan 1 lembar kertas pada tes DISC, tapi saat di SGB ini saya mendapatkan 3 lembar kertas tes DISC. Lembar pertama sama seperti tes DISC lainnya yaitu poin-poin yang harus kita pilih mana yang ‘paling’ dan mana yang ‘kurang’. Lembar kedua berisi simbol-simbol, dan peserta diminta untuk memindahkan jawaban DISC di halaman pertama ke simbol-simbol di halaman kedua. Lalu lembar ketiga berisi kolom score penghitungan jumlah simbol, yang dibawahnya langsung dibentuk grafik. Walaupun secara umum peserta tidak akan tau maksudnya, tapi dari hasil score dan grafik itu sebenarnya bisa membuat peserta membaca bagaimana strategi mengerjakan DISC.

Kemudian saat bagian tes selanjutnya yaitu tes gambar. Tes ini ada sekitar 40 soal yang akan muncul di layar LCD. Tiap soal sudah memiliki waktu otomatis sendiri, jadi setiap beberapa menit soal akan otomatis berganti ke soal berikutnya. Model soal ini ada beberapa gambar sebagai soal, kemudian peserta disuruh memilih jawaban gambar mana yang cocok untuk menjadi gambar yang kosong atau cocok untuk melanjutkan gambar sebelumnya. Nah, karena pada saat tes ini soal sudah otomatis berjalan, mbak-mbak pemandu tidak menjaga ruangan sehingga peserta sangat gaduh dengan saling berdiskusi dengan temannya apa jawaban yang menurut mereka benar. Suasana seperti itu sangat menganggu konsentrasi.

Model psikotest di SGB ini yang saya sayangkan dan herankan. Perusahaan besar seperti ini kenapa model psikotestnya seperti tidak ada sakralnya sama sekali. Seolah tes ini hanya formalitas saja. Namun, saya tetap berpositive thinking menganggap mungkin karena peserta yang mengikuti psikotest di SGB ini dari berbagai kalangan, jenjang pendidikan dan banyak yang belum memiliki pengalaman psikotest. Setelah psikotest selesai, diumumkan bahwa hasil akan diumumkan besok. Seluruh peserta diminta hadir kembali besok untuk mengikuti pengarahan perusahaan atau semacam presentasi perusahaan.

Singkat cerita, esok harinya dilaksanakan presentasi perusahaan oleh HRD SGB, seperti bapak koordinator. Presentasinya sangat menarik dimulai dari jam 9.00 sampai 12.00 tanpa rasa bosan sama sekali, karena bapaknya seolah lebih banyak menceritakan real story yang menarik perhatian peserta. Dari presentasi tersebut, sudah bisa menyimpulkan sebenarnya SGB perusahaan apa, bergerak di bidang apa, tapi tetap belum jelas apa yang harus dikerjakan di perusahaan tersebut. Setelah presentasi selesai, ada beberapa staff yang masuk dan membawa daftar nama peserta. Tiap staff memanggil nama-nama di daftar masing-masing dan diminta untuk mengikuti. Kebetulan saya dipanggil oleh staff terakhir, sehingga tetap berada di ruang tersebut bersama sekitar 30 orang (paling banyak dibanding yang lainnya). Kemudian mbak staff tersebut menjelaskan bahwa kami semua lolos tes dan sudah dibawa menjadi tiap-tiap divisi. Ada seorang peserta yang menanyakan apa memang semua yang dipanggil tadi lolos? Dan ternyata, iya, semua peserta yang hari itu hadir lolos. Entah lalu apa manfaat dari rangkaian tes sebelumnya. Kemudian mbak tersebut menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan berikutnya adalah 2 hari pengarahan dan 1 bulan training. Pengarahan langsung dimulai besok untuk menjelaskan lebih detail tentang perusahaan, job desc, gaji, dll.

Keesokannya saya datang untuk menghadiri pengarahan hari pertama. Disini segala keyakinan saya tentang nikmatnya perusahaan ini mulai runtuh. Saat pengarahan langsung dipimpin oleh Kepala Divisi yang melakukan presentasi mulai dari cerita pengalaman beliau masuk ke SGB, apa itu SGB, gaji yang dia dapat saat awal dan gaji terbesar, kemudian sistem kerja, serta job desc dan gaji. Disini saya merasa sedikit kecewa, tapi perusahaan ini memang dari awal tidak pernah salah. Memang benar saya diarahkan menjadi Assistant Relationship Manager, karena memang bagian itu adalah posisi paling bawah untuk kemudian naik melalui jenjang karir ke posisi Manager yang juga banyak tingkatannya. Kemudian untuk job desc, kami harus mencari data sebanyak-banyak untuk melakukan kontak dan sosialisasi produk dari Kementrian Perdagangan, berupa saham dan emas. Dari tiap produk yang dapat kita closing (laku) maka akan mendapat komisi langsung dari Pemerintah. Mungkin memang gaji pokoknya nggak seberapa, malah untuk posisi Asisten Manager belum sampai UMK Jakarta, tapi komisi itu yang akan membuat nominal gaji jadi luar biasa. Semakin banyak closing, semakin tinggi komisi yang didapat. Nah, sayangnya saya bukan tipe orang yang bisa bekerja dengan sistem seperti itu. Disinilah keraguan saya memuncak, apalagi ditambah data awal yang harus digunakan untuk dihubungi adalah kerabat terdekat seperti keluarga, teman, saudara, tetangga, pokoknya semua orang yang kita kenal dan berpotensi. Wah saya semakin nggak bisa. Dimulailah masa galau saya. Antara ingin melepas (lagi) karena tidak akan nyaman dan ingin mencoba karena sudah bosan menganggur.

Hari kedua pengarahan, hari pertama training dan hari kedua training saya tidak datang, karena kebetulan ada acara keluarga di luar kota dan tidak enak badan. Pada hari ketiga training saya mencoba menghubungi mbak SGB untuk menanyakan apa saya masih bisa hadir ke kantor, dan ternyata dibolehkan. Saya datang dan langsung beradaptasi dengan pekerjaan yang harus saya lakukan. Kagetnya, dari sekitar 30 orang peserta baru di divisi saya, hanya 4 orang (termasuk saya) yang masih bertahan dan hadir di SGB hari itu. Saya mencoba bertahan dengan sistem kerja yang bukan saya banget. Saat itu saya baru diminta untuk menulis data kontak kerabat terdekat yang sekiranya mau diajak dan mendengarkan sosialisasi SGB. Saya tulis saja beberapa keluarga, dosen dan orang-orang lain yang kontaknya saya dapat dari teman. Tapi disini saya semakin merasa terpaksa. Saya merasa seperti orang yang sangat memanfaatkan orang lain dan menjual data pribadi saya kepada perusahaan. Saya yang biasanya menghubungi teman-teman murni untuk urusan pertemanan, kali ini saya rela pasang muka tembok menghubungi banyak teman saya hanya untuk meminta kontak dosen atau bos mereka.

Hari itu karena seharusnya hari cuti bersama, jadi SGB hanya masuk setengah hari sampai jam 1. Kemudian dilanjutkan materi sampai jam 4. Sama aja nggak masuk setengah hari ya haha. Katanya, memang setiap hari setelah kerja akan ada materi, untuk hari biasa dimulai jam 4. Saat itu materi diisi salah satu Manager di divisi saya juga, menjelaskan tentang cara presentasi kepada calon nasabah saat sosialisasi. Dari sekian panjang materi beliau, ada satu kalimat beliau yang saya jadikan quote saat itu juga dan membuat saya sadar.

“Setiap orang pasti punya jatah gagal. Jadi jangan sedih saat kamu sudah berkali-kali mencoba dan masih belum berhasil. Itu tandanya Tuhan menyuruh kamu habiskan dulu jatah gagalmu. Baru setelah itu kamu rasa nikmatnya berhasil/sukses.”

Dan entah kenapa kegalauan saya beberapa hari untuk melepas kesempatan kerja di SGB jadi lenyap. Saya jadi yakin untuk tidak memaksakan diri di SGB. Mungkin Allah memang belum memberikan pekerjaan untuk saya karena saya sudah diberi banyak keberhasilan sejak dulu, dan sekarang saya harus menghabiskan jatah gagal saya sebelum merasakan keberhasilan lagi.

Buat pembaca yang mungkin akan menjadi staff SGB, jangan terpengaruh dengan berita-berita yang membicarakan minusnya SGB. Semua perusahaan pasti memiliki plus minus. Menurut saya, jika ada orang yang berpotensi dan bisa bekerja dengan sistem kerja SGB yang seperti itu, saya yakin 100% jalannya akan sangat amat sukses. Karena saya melihat langsung bukti nyata orang-orang di SGB yang penghasilan mereka bukan lagi satuan atau belasan juta. Sayangnya saya justru memiliki kekurangan di bidang perusahaan ini, jadi saya harus melewatkan kesempatan jadi konglomerat ekspress :’) – PT SOLID GOLD BERJANGKA

Advertisements

SOLID GOLD BERJANGKA | Generasi yang Menelan Sejarah Sintetis

Generasi yang Menelan Sejarah Sintetis

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Tulisan bertajuk Anak Muda Mental Penjilat ?dipublikasikan Tsamara Amany, Ketua DPP PSI, beberapa waktu lalu. Saya, yang boleh dibilang satu generasi dengan Mbak Tsamara, secara lapang dada akan menerima kritik para sejarawan tentang kebutaan generasi kami atas cerita bangsa sendiri. Sebab dalam tulisan tersebut, Tsamara yang membandingkan kondisi saat ini dengan era jebrol dan koitnya Orde Baru (Orba), 1966, dan 1998 gagal melukiskan sejarah secara faktual dan diakronis.
Selain berkali-kali menggunakan frasa ‘Orde Lama’, Tsamara menyebutkan bahwa kebebasan anak muda dalam memberi masukan dibatasi pada masa Demokrasi Terpimpin. Tsamara menambahkan bahwa Sukarno mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden seumur hidup. Cerita-cerita yang kami yakini merupakan bagian mutlak dari sejarah, yang ternyata, tanpa kami tahu, hanyalah hafalan propaganda bikinan Orba. Andaikata Tsamara menyematkan kata ‘PKI’ di belakang singkatan G30S, maka komplit sudah refleksi produk indoktrinasi Soeharto and the gang.
 
 
Selama ini, dalam periodisasi sejarah yang kami pahami, ada satu kurun waktu sebelum tahun 1966 bernama Orde Lama. Kami tak pernah tahu bahwa istilah itu justru disematkan setelah Sukarno turun–atau diturunkan–dari jabatannya. Bahwa Sukarno, dalam pidatonya pada 6 September 1966, justru menganggap zaman pra kemerdekaan itulah yang disebut dengan orde kolonial. Orde kapitalis. ‘Orde lama’. Masa setelah kemerdekaan, itulah orde baru. Kami tak pernah tahu bahwa Orde Lama adalah nama yang dipilihkan Soeharto. Frasa itu digunakannya di setiap kesempatan, lengkap dengan doktrin bahwa Orde Lama menyelewengkan segala hal: Pancasila, cita-cita perjuangan, cita-cita kemerdekaan, cita-cita rakyat, dll, dsb. Pokoknya Orde Lama itu, sesuai namanya, kuno; tua; usang!
Selalu, kami dijejali narasi bahwa era Demokrasi Terpimpin sama kelamnya dengan Orde Baru. Kami menganggap, diangkatnya Sukarno sebagai presiden seumur hidup mengukuhkan bukti bahwa Sukarno dan Soeharto sama-sama diktator. Saking melekatnya stigma itu, kami–bahkan seorang ketua DPP sebuah partai sekalipun–seringkali lupa bahwa Sukarno tidak pernah mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden seumur hidup. Chaerul Saleh, AM Hanafi, dan Kolonel Suhardiman melalui Ketetapan MPRS-lah yang mengangkatnya. Bahwa pengangkatan ini adalah upaya membendung kemenangan PKI oleh beberapa tokoh Angkatan 45 dan sayap kanan melalui jalur parlementer, tidak banyak disinggung di ruang kelas.
Kalau saja tidak membaca Catatan Seorang Demonstran-nya Soe Hok Gie, mungkin sampai sekarang saya masih menganggap anak muda di era Demokrasi Terpimpin, seperti halnya di era Orde Baru, tak diberi tempat dalam politik. Kami membayangkan sistem Demokrasi Terpimpin Sukarno, meminjam istilah Tsamara, “membuat anak muda tak bisa dengan leluasa memberikan masukan”. Pada masa Demokrasi Terpimpin, kebebasan pers mengalami dekadensi. Media yang dianggap Nekolim (neokolonialisme dan imperialisme) dibreidel. Partai-partai politik dikubur. Sukarno adalah pemimpin narsis dan anti-kritik. Titik.
 
Yang kami tidak tahu, gerakan politik pemuda justru sangat dinamis pada era Demokrasi Terpimpin. Rupa-rupa gerakan politik mahasiswa dari berbagai spektrum ideologi lahir di era ini. Ternyata, sejak awal, anak muda selalu punya tempat dalam politik dan satu-satunya rezim yang menutup rapat gerakan politik pemuda adalah Orde Baru. Menengok catatannya Gie, setidaknya saat Angkatan 66 mulai menggempur Sukarno dan menteri-menterinya melalui demonstrasi, mereka tidak dibunuh, dihilangkan, atau dibui tanpa diadili. Kami tidak tahu bahwa Sukarno turut memantik suluh pergerakan pemuda melalui jargon-jargon semacam ‘revolusi belum selesai’.
Yang kami tahu hanyalah suluh itu membakar Sukarno sendiri melalui Tritura. Bagian ini sepertinya tidak perlu saya uraikan, Tsamara dan buku-buku sejarah cetakan Orba sudah memuatnya.
Contoh-contoh dalam tulisan Tsamara itu jika ditarik hingga masa pra kemerdekaan dan masih ditulis oleh kami, generasi yang menelan sejarah sintetis, tentu akan menjadi bukti keberhasilan propaganda Orba yang sempurna. Kami akan menulis peranan golongan muda dalam kemerdekaan Indonesia, yakni Chairul Saleh, Soekarni, Wikana, Adam Malik, dan pemuda lainnya. ‘Pemuda lainnya’. Sebab dalam ingatan kami, tak ada tempat untuk nama DN Aidit yang justru menggagas sebuah pertemuan setelah ia mendengar kabar menyerahnya Jepun pada Sekutu dan mengusulkan Sukarno sebagai Presiden Indonesia. Oleh sebab itu, yang paling kami ingat dari Aidit hanyalah statusnya sebagai Ketua CC PKI terakhir. Juga kalimat “Djawa adalah koentji!” dalam propaganda lain yang efeknya tak kalah dahsyat: Pengkhianatan G30S/PKI.
Akhir kata, seperti Tsamara, saya pun ingin meminjam sajak legendaris Wiji Thukul, tapi dengan sedikit permak di sana-sini. Kira-kira begini:
Apabila propaganda direproduksi tanpa dibenahi / Sudut pandang berbeda dilarang tanpa alasan / Dibodoh-bodohi sejarah sintetis dan doktrin baheula / Maka hanya ada satu kata: Lawan!

SOLID BERJANGKA | Komandan Seskoal Serukan Kerja Sama Internasional Hadapi Unmanned System di Laut

https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 14 337 1936140 komandan-seskoal-serukan-kerja-sama-internasional-hadapi-unmanned-system-di-laut-b8q5xkjb5h.jpg

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Laksda TNI Dr Amarulla Octavian, ST, MSc, DESD, menyampaikan pandangan terkait kerja sama maritim di masa mendatang. Hal itu ia ungkapkan dalam kesempatan menjadi pembicara utama forum internasional Ikatan Pertahanan Indonesia-Australia (IKAHAN) pada Senin 13 Agustus 2018 di Hotel Fairmont.
 
Laksda Amarulla mengatakan, konsep kerja sama maritim ke depan sangat dipengaruhi dinamika lingkungan strategis wilayah perairan Asia Tenggara dan perkembangan teknologi, terutama penggunaan Unmanned System di laut.
Teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Unmanned Surface Vehicle (USV), dan Unmanned Sub-Surface Vehicle (USSV) sendiri telah digunakan oleh berbagai angkatan laut di kawasan Indo-Pasifik.
Di sisi lain, hukum laut internasional yang ada belum mengatur sama sekali bagaimana kapal perang dan coast guard harus bereaksi menghadapinya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Staf Angkatan Laut Australia Vice Admiral Michael Noonan juga menyampaikan pandangan Royal Australian Navy (RAN) ke depan, sesuai tajuk ‘TNI AL-RAN Shared Maritime Interests, Opportunities, and Challenges’.
Pada sesi diskusi, peserta forum sangat antusias membahas berbagai peluang kerja sama maritim di masa mendatang. Tidak saja antar-Angkatan Laut, tetapi juga dengan Angkatan Udara dan komponen lain yang berwenang di laut.
Forum internasional ini dihadiri sebanyak 70 peserta yang terdiri dari para alumni pendidikan di Australia dan di Indonesia.
Hadir pula Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan Kabakamla Laksdya TNI Dr D.A. Mamahit, MSc, dan beberapa perwira tinggi serta perwira menengah TNI lainnya dan mahasiswa dari Universitas Pertahanan.
Berbagai peluang kerja sama maritim juga sempat disinggung untuk menjadi kajian Pusat Kajian Maritim (Pusjianmar) Seskoal sebagai rekomendasi untuk pemerintah.

SOLID GOLD | Kominfo Kerahkan Telepon Satelit di Wilayah Gempa Lombok

Foto: Kominfo

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI) mengerahkan telepon satelit dalam mendukung akses telekomunikasi yang mengalami kendala di wilayah gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Disebutkan BAKTI akan menambah 21 unit telepon satelit untuk mendukung koordinasi penanganan di Lombok. Pada Senin (13/8) akan ada 11 unit telepon satelit yang dikirimkan ke Lombok oleh BAKTI, sementara sisanya akan menyusul pada Rabu (15/8).
 
Sebelumnya BAKTI telah menambah dua unit VSAT Portable dan dua akses internet kabel fiber untuk digunakan dalam penanganan bencana  gempa bumi. Dua unit VSAT dipasang di Posko Kantor Lurah Lingsar dan Posko BNPB di Kabupaten Lombok Utara. Sedangkan akses internet kabel fiber digunakan di media center dan Posko Loloan Kecamatan Bayan.
Adapun sembilan unit VSAT Portable yang disediakan oleh BAKTI Kominfo sejak tanggal 3 Agustus 2018 masih bisa beroperasi dan digunakan untuk mendukung pos koordinasi penanganan bencana.
Dijelaskan bahwa VSAT Portable itu ditempatkan di Posko Madayin, Sembalun, BNPB Lombok Utara, Kantor Bupati Lombok Utara, Desa Mentareng, Desa Obel-Obel, Sankareang, Sambik Elen, Bayan dan Desa Pamenang masih bisa beroperasi dan digunakan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana.
Kementerian Kominfo juga telah memfasilitasi Posko Media Center di Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan para wartawan untuk membantu tugas jurnalistik mereka.
Kondisi Terkini Jaringan Telekomunikasi
Seperti diketahui, sejak seminggu yang lalu, gempa berkekuatan 7 skala Richter(SR) di Lombok berdampak terhadap 835 dari 944 base station 2G, 3G, dan 4G yang kini dikatakan sudah pulih dan bisa digunakan dalam melayani kebutuhan telekomunikasi.
Hingga Minggu siang ini, terdapat 109 base station yang masih belum digunakan. Pemulihan base station yang terkendala karena pasokan listrik dan distribusi BBM untuk genset terus diupayakan.
Base station di Gili Meno sudah bisa digunakan kembali setelah dilakukan penggantian receiver modul. Di Bayan dan Sembalun Lombok Utara, base station kembali bisa digunakan setelah didukung pasokan listrik dari genset portabel yang disiapkan oleh operator telekomunikasi. Satu unit mobile BTS juga dioperasikan di Tanjung Teros, Lombok Utara.
Upaya operator telekomunikasi untuk pemulihan layanan dilakukan pula dengan cara mobilisasi radio power ke Lombok Utara. Selain itu, operator telekomunikasi juga melakukan integrasi jaringan yang menghubungkan pulau lain agar bisa tetap memberikan layanan telekomunikasi kepada pelanggan seluler di Lombok dan Bali.
Perbaikan base station ke beberapa daerah terdampak relatif parah karena gempa bumi, belum bisa dilakukan karena pertimbangan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan pihak berwenang.

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Persoalan Pembayaran Elektronik Hambat Perkembangan Streaming Musik

Persoalan Pembayaran Elektronik Hambat Perkembangan Streaming Musik

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Maraknya internet membuat cara orang mendengarkan musik berganti. Penurunan penjualan musik secara fisik disinyalir menyebabkan turunnya pendapatan artis.
Musisi dan produser Once Mekel melihat hal tersebut dari sudut pandang lain. Baginya, salah satu hal yang menjadi persoalan dari dijualnya musik secara streaming adalah belum siapnya Indonesia dalam menggunakan uang elektronik.
“Memang (perubahan cara mendengarkan musik) itu bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia juga begitu. Tapi di negara maju tetap bisa berjalan ketika orang-orang sudah bisa melakukan pembayaran dengan teknologi baru dengan melakukan electronic payment. Sedangkan masyarakat kita belum terbiasa melakukan pembayaran elektronik,” ungkap Once Mekel saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Once Mekel.
Untuk membeli atau berlangganan musik secara streaming, pengguna memang harus membayarnya menggunakan pembayaran elektronik. Ada beberapa layanan yang mensyaratkan pembayaran kartu kredit atau debit untuk dapat menikmati layanan streaming,
Sayangnya tidak semua penikmat musik memiliki kartu kredit atau debit. Hal ini menjadikan penggemar musik mencari alternatif mendengarkan musik yang lain ketimbang harus membelinya.
“Jadi sekarang kita menunggu era baru dimana banyak transaksi elektronik, sehingga akan ada banyak pembelian musik secara digital,” ujar Once.
Namun rupanya menurut Once, selain hal-hal di luar musik, adapula alasan lain di dalam industri yang dapat membuat musisi memperoleh porsi yang kecil dari musik yang ia hasilkan.
“Memang ada pihak-pihak yang terlalu spekulan dalam bermusik, jadi musisi mendapatkan porsi yang sangat sedikit. Tapi sebenarnya persoalan ini sudah ada dari dulu. Makanya sekarang (saat menjadi produser) saya selalu berpegangan, siapa ya

PT SOLID BERJANGKA | Pundi Uang Snapchat Tumbuh Subur, Tapi 3 Juta Pengguna Kabur

Ilustrasi Snapchat. (Foto: GettyImages/Carl Court)

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Di kuartal kedua 2018 ini, Snapchat dilaporkan telah kehilangan tiga juta pengguna aktifnya. Angka tersebut turun 2% dari 191 juta di kuartal sebelumnya, sehingga pengguna harian yang aktif di Snapchat tinggal 181 juta.
Padahal, saham perusahaan tersebut sedang naik. Kuartal pertama pada periode tiga bulan dari April hingga Juni, pendapatan Snap naik 44% year on year menjadi USD 262 juta. Angka tersebut bahkan melampaui perkiraan analis keuangan Wall Street yang memperkirakan sebesar USD 250 juta.
Kerugian bersih Snap pun jadi 14 sen per saham. Padahal, Wall Street memperkirakan perusahaan tersebut akan kehilangan 17 sen per-saham.
Pendiri dan CEO Snap Evan Spiegel mengatakan, turunnya jumlah pengguna Snapchat disebabkan pengguna menolak desain ulang yang dilakukan Snapchat awal tahun ini. Bahkan, pengguna sampai membuat petisi untuk meminta tampilan Snapchat yang lama dkembalikan.
“Sudah sekitar enam bulan sejak kami meluncurkan desain baru pada aplikasi dan kami telah bekerja keras meningkatkan Snapchat berdasarkan respon dari komunitas kami. Kami merasa bahwa sekarang telah mengatasi frustrasi besar yang sedang kami alami,” kata Evan.
Mendengar dan ingin sekali membuat lebih banyak kemajuan dalam kesempatan luar biasa yang sekarang kami miliki untuk menunjukkan lebih banyak konten yang tepat kepada orang yang tepat,” lanjutnya.
Selain sebagai layanan media sosial, Snapchat juga menjual kacamata yang bernama Spectacles. Selama kuartal ini, perusahaan meluncurkan lini terbaru yang mencakup video HD dan anti air. Kacamata ini dijual seharga USD 149,99.

SOLID GOLD BERJANGKA | Pertamina Kelola Blok Sanga-sanga, Singkirkan VICO Asal AS

Pertamina Kelola Blok Sanga-sanga, Singkirkan VICO Asal AS

Pengelolaan blok Sanga-Sanga telah resmi diserahkan ke PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero).
Penyerahan tersebut dilakukan pada Selasa (7/8/2018) oleh Pemprov Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, dan Pemerintah melalui SKK Migas.
Wilayah Kerja Sanga-Sanga sebelumnya dikelola oleh Kontaktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Virginia Indonesia Co (VICO), perusahan minyak asal Amerika Serikat. Penyerahan pengelolaan WK dilaksanakan setelah kontrak operator VICO berdasarkan Production Sharing Contract (PSC) WK Sanga-Sanga berakhir pada 7 Agustus 2018.
“Sebelum kontrak blok Sanga-Sanga berakhir, VICO telah menyelesaikan seluruh komitmen finansial mulai dari bonus tanda tangan, bonus produksi, sampai dengan pencadangan dana abandonment and site restoration (ASR),” ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi melalui keterangan resminya.

Lebih lanjut, Amien mengatakan, penyerahan blok Sanga-Sanga ke PHSS akan diikuti oleh proses penyelesaian hak dan kewajiban, terutama terkait kesepakatan clean and clear settlement keuangan, pajak, over under lifting, inventory, dan capital asset.
Selain itu, untuk menjaga keberlangsungan operasional blok Sanga-Sanga pasca 7 Agustus 2018, SKK Migas, PHSS, dan VICO telah melakukan finalisasi untuk mirroring kontrak pengadaan yang ada di WK Sanga-Sanga.
“Keberhasilan alih kelola blok Sanga-Sanga akan menjadi pembuktian Pertamina sebagai sebuah perusahaan migas kelas dunia. Seluruh komponen anak bangsa patut mendukung untuk mewujudkan tujuan ini,” pungkas Amien.
Sebagai informasi, blok Sanga-Sanga memiliki tujuh lapangan yaitu Badak, Beras, Lampake,Nilam, Mutiara, Pamaguan dan Semberah. Data pada akhir Juli 2018 Produksi minyak dan kondesat WK Sanga-Sanga adalah 10.753 BOPD dan Gas 80.7 MMSCFD.

SOLID BERJANGKA | Kisah Orang-orang Nomaden Terakhir di Bumi

Sepasang warga Qashqai (Pascal Mannaerts/BBC Travel)

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Di zaman modern ini masih ada orang-orang nomaden. Mereka mengembara secara tradisional dan menggantungkan hidupnya di alam.
Orang-orang nomaden ini ada di Iran. Berjumlah hanya 400.000, Qashqai adalah sebutan bagi orang-orang nomaden Iran yang sangat menentang adanya asimilasi ke dalam masyarakat Iran pada umumnya.
 Diketahui bahwa Qashqai masih dari bagian suku Turki dari Asia Tengah dan menetap di Iran selama abad ke-11 dan 12. Mereka tinggal di gurun yang keras di Iran barat daya selama ratusan tahun.
Setiap tahun mereka melakukan perjalanan bersama kambing dan domba ternaknya dari padang rumput sebuah dataran tinggi utara Shiraz ke padang rumput lebih rendah di dekat Teluk Persia. Perjalanan mereka kira-kira sejauh 480 km ke selatan.

Cara hidup mereka adalah keseimbangan yang baik antara manusia, hewan, dan lingkungan mereka. Berjumlah ratusan ribu Qashqai telah diupayakan agar masuk ke dalam masyarakat Iran pada umumnya, tetapi mereka selalu menolak.

Hidup dengan tradisi

Salah satu contoh warganya bernama Ghazal dan istrinya Tarkkenaz. Keluarga ini hidup selama sekitar setengah tahun di dekat Koohmare Sorkhi, sebuah desa berjarak sekitar 50 km dari Shiraz. Mereka akan bergerak sejauh 200 km ke utara dekat Kota Kazerun ketika cuaca semakin dingin.

Seperti kebanyakan Qashqai, mereka menolak untuk meninggalkan gaya hidup tradisional mereka. Mereka terus hidup seperti nenek moyang mereka selama berabad-abad.

Kini ia pensiun, Ghazal menjadi guru Bahasa Farsi/Persia bagi anak-anak nomaden selama 30 tahun. Ini sangat penting karena memungkinkan Qashqai untuk mempertahankan kemandirian dan budaya mereka.

Tetapi kini semakin sulit untuk menemukan guru yang mau bepergian bersama anak-anak. Di dalam orang-orang nomaden pun hanya sedikit yang memenuhi syarat, karena mereka yang berasal dari kota tidak terbiasa dengan gaya hidup berpindah-pindah.

Pengalaman menyebut saat keadaan guru tidak ada lagi dan anak-anak tidak bersekolah di dalam hidup berpindah-pindah maka para orang tua akan menyekolahkannya di kota. Namun anak-anak itu biasanya malah memilih untuk tinggal di kota saja setelah bersekolah.

Politik asimilasi selama beberapa dekade terakhir telah mendorong orang-orang Qashqai untuk menetap di kota atau desa terdekat jalur pengembaraannya. Sementara pusat perkotaan yang tumbuh merambah lahan pengembaraan mereka.

Tetapi gaya hidup nomaden telah menciptakan solidaritas yang kuat di dalam orang-orang Qashqai. Bibi Ghazal, Madina, kehilangan suaminya beberapa tahun yang lalu namun dia tetap bepergian bersama keluarganya karena tak bisa meninggalkan cara hidup nomaden.

Kambing menjadi komoditas hewan ternak utama Qashqai (Pascal Mannaerts/BBC Travel)
Manusia dan hewan

Orang-orang Qashqai tidak dapat membayangkan kehidupan mereka tanpa hewan ternaknya. Kambing menghasilkan susu, keju, dan daging untuk kebutuhan sehari-hari, hewan ternak ini juga bisa dijual di Pasar Shiraz untuk membeli barang-barang yang diperlukan.

baca juga : Solidberjangka Transaksi Online Snapshot

Selama berabad-abad, orang-orang Qashqai dikenal di seluruh Iran sebagai pembuat karpet dan produk wol lainnya. Wol yang diproduksi di pegunungan dan lembah dekat Shiraz sangat lembut dan indah karena warnanya lebih mencolok daripada wol dari bagian lain Iran. Tarkkenaz dan wanita lain di keluarganya masih memproduksi produk wol tradisional ini, dan pedagang akan datang secara teratur ke perkemahan mereka untuk membelinya.

Kisah Orang-orang Nomaden Terakhir di Bumi
Dunia yang berbeda

Qashqai selalu mengklaim identitas dan tradisi mereka yang sangat spesifik dari masyarakat Iran pada umumnya. Meski mengikuti tradisi pernikahan Muslim, dalam perayaan ini juga ada persembahan tarian, parade, pertunjukan perang, dan pakaian tradisional.

Momen ini merupakan kesempatan bagi para pengembara Qashqai untuk berkumpul. Hal ini dikarenakan mereka lebih sering tinggal berjauhan satu sama lain di daerah yang sangat terpencil.

Meski secara resmi Qashqai adalah Muslim, seperti seluruh Iran, mereka tak terlalu berkomunikasi dengan institusi Islam setempat. Mereka mengikuti tradisi Muslim selama upacara pernikahan dan kematian, tetapi sangat sedikit yang melakukan salat dan mereka tidak berpuasa selama Ramadan. Ini dimungkinkan karena hidup nomaden menjadi musafir selama berabad-abad.

PT SOLID BERJANGKA | Suku Bunga Acuan AS Ditahan

Gubernur The Fed Jerome Powell/Foto: Reuters

PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuannya. Suku bunga acuan ditahan karena kondisi ekonomi AS yang masih baik dan dimungkinkan kenaikan terjadi pada September mendatang.
The Fed meyakini ekonomi AS tumbuh baik dan pasar tenaga kerja juga terus membaik. Sementara tingkat inflasi masih terjaga sesuai target di level 2%.
“Penyerapan tenaga kerja sangat kuat, rata-rata dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran tetap rendah. Pengeluaran rumah tangga dan investasi tumbuh kuat,” kata The Fed dalam sebuah pernyataan.
Dengan demikian suku bunga acuan AS alias Fed Fund Rate (FFR) masih berada di level 1,75-2%.
BACA JUGA :Solidberjangka

The Fed diperkirakan menaikkan bunga acuannya dua kali lagi pada akhir tahun ini. Kenaikan diperkirakan terjadi di September dan Desember.

Gubernur The Fed Jerome Powell baru-baru ini mengatakan ekonomi AS berada di posisi yang benar-benar baik dan berjanji untuk melanjutkan dengan kenaikan bertahap untuk mempertahankan ekspansi ekonomi AS.

BACA JUGA :Solidgold Berjangka

“Ini konsisten dengan apa yang dikatakan Powell kepada Kongres, ekonomi berjalan dengan sangat baik sekarang,” kata Willie Delwiche, Ahli Strategi Investasi Baird.

Ekonomi tumbuh pada level 4,1% pada kuartal II-2018 menunjukkan yang terbaik dalam empat tahun terakhir karena didorong konsumsi.

Inflasi juga meningkat setelah enam tahun di bawah target The Fed. Ukuran inflasi yang disukai bank sentral adalah indeks pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditure/PCE) yang tidak termasuk komponen makanan dan energi di level 2% pada kuartal kedua.

SOLID GOLD BERJANGKA | Bill Gates Pernah Jadi Pengantar Dokumen di DPR AS

Foto: Reuters

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Bill Gates sukses membangun perusahaan teknologi terkemuka di dunia dan jadi salah satu orang terkaya di muka bumi. Tapi siapa sangka dulu dia pernah jadi pengantar dokumen di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat.
Seperti umumnya anak muda di Negeri Paman Sam, Gates yang kala itu berusia 16 tahun menghabiskan liburan musim panas dengan magang. Dia memilih untuk magang di DPR AS.
Dipilihnya DPR AS bukan tanpa sebab. Ayah Gates adalah seorang pengacara, karenanya dia mengaku pernah ingin menggeluti karier di dunia hukum juga. Kebetulan orang tua Gates berteman dengan sorang politisi bernama Borck Adams yang menawarkan Gates posisi magang tersebut.
Akhirnya pada tahun 1972, Gates menghabiskan musim panasnya mengantarkan berbagai dokumen kepada anggota-anggota dewan dan melakukan tugas-tugas adminstrasi lainnya.
“Saya dulu adalah seorang page (asisten/pembantu) di gedung Dewan Perwakilan Olympia, Washington,” ungkap Gates dalam sebuah wawancara.
Namun setelah menjalani magang, Gates malah tidak tertarik dengan politik dan merasa tidak cocok bekerja di bidang tersebut. Pria yang kini berusia 62 tahun itu menyadari bahwa dirinya jauh lebih tertarik pada dunia bisnis.
Ketika menduduki tingkat akhir di bangku SMA, Gates telah menguasai komputer dan semakin tertarik dengan dunia teknologi. Gates telah mempelajari sebagian besar ilmu yang ia perlukan untuk membuat Microsoft saat masih SMA. Karenanya dia merasa tidak betah saat kuliah di Harvard dan akhirnya keluar untuk mendirikan Microsoft, walau baru dua tahun mengemban ilmu di universitas ternama itu.
BACA JUGA : Solidgold Berjangka | Pengandaan Uang Berujung Penipuan

Kendati Gates dari muda ogah berkecimpung di dunia politik, rupanya banyak orang menyarankan suami Melinda Gates ini mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat. Tapi bisa ditebak pria berkacamata ini menolak saran itu dan tetap mantap menjalani bisnis dan kegiatan filantropinya.

BACA JUGA : PT Solidgold Berjangka | Penipuan Modus Umroh

“Saya lebih menyukai perjaan saya di Bill and Melinda Gates Foundation dari pada menjadi presiden,” tutur ayah dari tiga anak ini. “Saya juga sepertinya tidak akan mahir berkampanye,” tutupnya.