Blog

PT Solid Gold Berjangka | Dolar AS Melemah Terus Dalam Sepekan

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Nilai tukar Dolar Amerika Srika (AS) terhadap rupiah cenderung melemah dalam sepekan terakhir. Nilai tukar Dolar AS tercatat melemah 0,8% dalam seminggu.

Dari grafik yang ditunjukkan, nilai tukar Dolar AS sejak seminggu terakhir cenderung mengalami penurunan. Mata uang Paman Sam terus bergerak ke bawah setelah mencapai level Rp 14.800-an.

Bagaimana dengan hari ini?

Namun jika ditarik dalam sepekan terakhir, mata uang Paman Sam tercatat melemah 0,8% terhadap rupiah. Begitu juga dibandingkan sebulan terakhir, nilai tukar dolar AS melemah 0,2% terhadap rupiah.

Dolar AS hingga pukul 09.15 WIB terpantau bergerak di level Rp 14.620-14.667. Adapun dolar AS pada perdagangan hari ini dibuka di level Rp 14.632.

Dari data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini ada di level Rp 14.630. Pergerakannya hingga pagi ini ada di rentang Rp 14.630-14.650.

Pagi ini dolar AS juga tercatat unggul terhadap dolar Australia, euro, poundsterling, yen Jepang, baht Thailand, dan dolar Taiwan. Dolar AS paling kuat tertekan oleh won Korsel dan yuan China. Mengutip data RTI, Jumat (28/8/2020), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini ada di level Rp 14.648. Angka tersebut tercatat menguat 16 poin atau 0,11%.

Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Stagnan

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka hijau. IHSG naik 2,9 poin (0,06%) ke 5.374.

Sedangkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini ada di level Rp 14.630.

IHSG cenderung bergerak stagnan pada pembukaan pagi ini, Jumat (28/8/2020). Sedangkan indeks LQ45 melemah 0,1 poin (0,01%) ke 852.

Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 28,492.27 (+0.57%), NASDAQ ditutup 11,625.34 (-0.34%), S&P 500 ditutup 3,484.55 (+0.17%). Bursa saham US ditutup bercampur, index S&P500 sempat mencapai all time high baru di atas 3,500 untuk pertama kalinya.

Peningkatan tersebut didorong oleh kebijakan dari The Fed untuk mengubah peraturan secara besar dan mempercepat inflasi serta pemberi kerja mampu menyangga ekonomi. The Fed akan mendorong inflasi hingga melebihi target 2% untuk beberapa saat yaitu pada kisaran 2.25 – 2.5%. Investor akan kembali memantau data ekonomi seperti customer spending.

Mayoritas Bursa Asia bergerak hijau pagi ini. Berikut pergerakan bursa Asia:

  • Indeks Nikkei 225 naik 66 poin ke 23.275
  • Indeks Hang Seng menguat 151 poin ke 25.429
  • Indeks Shanghai bertambah 7 poin ke 3.357
  • Indeks Strait Times terkerek 1,6 poin ke 2.557

PT Solid Berjangka | Peluang Ekspor Produk Organik Terbuka di Tengah Pandemi

PT Solid Berjangka Makassar –Produk Organik menjadi komoditas primadona selama pandemi COVID-19, darurat kesehatan pasalnya mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang sehat. Direktur Pengembangan Produk Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Olvy Andrianita melihat peluang itu melihat peluang bisnis terbuka lebar dengan munculnya momentum tersebut.

“Secara momentum, masyarakat melakukan perubahan. Hingga pemilihan produk organik menjadi life style,” kata Olvy disela acara Klinik Produk Ekspor “Peningkatan Daya Saing Produk Organik Indonesia di Pasar Global Pada Tatanan Kehidupan Normal” di Novotel Bandung, Kamis (27/8/2020).

Kebutuhan akan produk organik pun meningkat tak hanya di pasar lokal, kebutuhan produk organik di pasar mancanegara pun meningkat tajam seperti di Uni Eropa, Amerika dan beberapa negara lainnya yang masih membutuhkan turunan produk organik atau non agri seperti sabun atau shampo organik.

“Peluang pasar produk organik masih sangat besar, inilah yang perlu didorong agar produk organik kita bisa punya daya sang di pasar global,” kata Olvy. Saat ini, kata Olvy, Indonesia sudah masuk pasar produk organik global untuk komoditas kopi, teh, vanila, rempah-rempah, serta sayuran. Namun dari sisi besaran ekspor produk organik Indonesia ke Uni Eropa baru berkontribusi 7.848 ton atau hanya 0,2%.

Kesempatan ini harus dimanfaatkan betul, dalam catatanya, pertumbuhan penjualan makanan dan minuman berbasis organik meningkat 8,4% sejak 2017 lalu.

“Ini menjadi peluang terlebih saat ini ada perubahan konsumsi masyarakat yang semakin meningkat terhadap produk yang sehat dan higienis,” katanya.

Kendati begitu, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh pelaku usaha di bidang produk organik ini baik dari luar atau dalam negeri.Sejauh ini, pasar produk organik masih terkonsentrasi di negara-negara maju. Belum lagi perang dagang antara Amerika Serikat dan RRT juga turut memengaruhi.

Solid Gold Berjangka | Ditopang Saham Teknologi, Bursa AS Dibuka Semringah

Solid Gold Berjangka Makassar – Indeks Nasdaq Composite (COMP) dibuka lebih tinggi pada hari Rabu setelah pembaruan bisnis dari Salesforce dan HP Enterprise, sementara S&P 500 dibuka dengan lebih tenang setelah ditutup pada rekor tertinggi selama tiga sesi berturut-turut.

Dilansir Reuters, Rabu (36/8/2020), Nasdaq Composite naik 50,15 poin atau 0,44%, menjadi 11.516,62 pada bel pembukaan. Dow Jones Industrial Average naik 9,44 poin atau 0,03% pada pembukaan menjadi 28.257,88, sedangkan S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 6,35 poin atau 0,18% ke posisi 3.449,97.

Catatan positif bursa AS ini ditopang penguatan saham-saham sektor teknologi. Salesforce.com Inc, yang akan memasuki indeks blue-chip Dow minggu depan, melonjak 14,3% dalam perdagangan pra-pasar setelah pembuat perangkat lunak menaikkan perkiraan pendapatan tahunannya karena melonjaknya permintaan untuk perangkat lunak bisnis online.

Perusahaan perangkat lunak pengarsipan pajak penghasilan Intuit Inc naik 6,1% setelah melaporkan kenaikan 17% dalam pendapatan kuartalan. Sementara Hewlett Packard Enterprise Co menambahkan 7,2% karena prospek laba setahun penuh melampaui ekspektasi pasar.

S&P 500 dan Nasdaq terus mencapai rekor penutupan tertinggi baru-baru ini berkat stimulus dan permintaan untuk saham-saham yang berfokus pada teknologi, meskipun data ekonomi menunjukkan pemulihan yang tidak merata sebagai dampak resesi. Sebuah survei menunjukkan kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) mencapai level terendah enam tahun pada bulan Agustus.

Semua mata akan tertuju pada pidato Ketua Fed Jerome Powell sebelum pasar dibuka pada hari Kamis, di mana ia diperkirakan akan menguraikan sikap kebijakan yang lebih lunak terhadap inflasi.

“Kami tahu bahwa dia akan berbicara tentang inflasi, dan bahwa dia akan mengatakan bahwa Fed tetap berkomitmen untuk menggunakan semua alat yang diperlukan untuk membantu perekonomian sesuai kebutuhan,” kata Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities di New York, Peter Cardillo.

Solid Berjangka | AS Diprediksi Masih ‘Dihantui’ Resesi hingga Tahun Depan

Solid Berjangka Makassar – Amerika Serikat diprediksi masih menghadapi risiko resesi imbas COVID-19 dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Produk domestik bruto (PDB) AS dalam waktu dekat belum bisa pulih seperti sebelum pandemi.

Mengutip CNN.com, sekitar setengah dari anggota Asosiasi Ekonomi Bisnis Nasional (National Association of Business Economics/NABE) memperkirakan PDB AS tidak akan kembali ke level pra-pandemi sampai 2022.

Mayoritas ahli juga mengatakan pasar kerja AS akan kembali ke level seperti di Februari, paling cepat pada 2022. Temuan NABE tersebut didasarkan pada 235 tanggapan terhadap survei kebijakan ekonomi Agustus. Sementara itu Pemerintah AS di Washington telah meluncurkan paket stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai tanggapan terhadap resesi pandemi. Di sisi lain para ekonom terpecah menyikapi kebijakan pemerintah AS. 40% merasa belum cukup telah dilakukan, sementara 37% menganggap tanggapannya memadai. Sisanya menganggap pemerintah telah berbuat terlalu banyak.

Meskipun Kongres tidak dapat menyetujui paket stimulus berikutnya, lebih dari separuh ekonom NABE percaya bahwa asuransi pengangguran tambahan dan program perlindungan gaji untuk usaha kecil harus diperpanjang.

Sebagian besar juga percaya bahwa paket stimulus berikutnya yang akan dikucurkan sebesar US$ 1 triliun atau lebih. Sebagai informasi kesepakatan stimulus awal yang ditandatangani pada Maret mencapai US$ 2 triliun.

Semua gejolak ekonomi ini terjadi pada tahun pemilu. Di sisi lain mayoritas ahli yang disurvei, 62% mengatakan kandidat Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden akan lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi AS daripada Preside Donald Trump.

Para ekonom menilai agenda penting untuk pemerintahan selanjutnya adalah, mengalahkan virus, mempromosikan pemulihan ekonomi, dan kebijakan kesehatan.

Solid Gold | Saham Teknologi Rekor Lagi, Bursa AS Semringah

Solid Gold Makassar – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka meningkat usai regulator kesehatan negeri Paman Sam menyetujui penggunaan darurat plasma darah pada pasien COVID-19 serta adanya laporan yang menyatakan Donald Trump dapat mempercepat vaksin.

Mengutip Reuters, Senin (24/8/2020), S&P 500 dan Nasdaq berada di level rekor, pada pembukaan perdagangan awal pekan ini S&P 500 naik 20,93 poin atau 0,62% menjadi 3.418,09. Nasdaq Composite naik 137,45 poin atau 1,22% menjadi 11.449,25 pada bel pembukaan.

Sementara Dow Jones Industrial Average naik 1247,25 poin atau 0,53% menjadi 28.077,58 pada bel pembukaan.

Keputusan penggunaan darurat plasma darah ini dilakukan menjelang Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Presiden AS Donald Trump akan usung kembali untuk memimpin partanya selama empat tahun lagi.

Sementara itu, WHO tetap berhati-hati dalam mendukung pengobatan itu. Sentimen yang membuat pasar modal AS semringah adalah Trump sedang mempertimbangkan pencarian cepat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc dan Universitas Oxford.

China Dianggap Berisiko, Foxconn Cari Lokasi Baru di Meksiko

Foxconn dan Pegatron serta produsen perusahaan elektronik sedang mencari lokasi pabrik baru di Meksiko. Hal itu menyusul adanya risiko yang tinggi akibat dampak dari perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) serta pandemi virus Corona.

Pencairan lokasi pabrik baru ini juga sebagai upaya Foxconn dan Pegatron memeriksa kembali potensi rantai pasok global (global supply chain).

Mengutip Reuters, Senin (24/8/2020), Foxconn dan Pegatron dikenal sebagai produsen produk ponsel termasuk Apple. Hanya saja, belum ada kejelasan mengenai produk dan perusahaan mana yang akan dikerjakan di Meksiko.

Akan tetapi, rencana pemindahan pabrik ini merupakan sebuah investasi miliaran dolar yang sangat dibutuhkan oleh Meksiko selama beberapa tahun ke depan. Bahkan, bisa menjadi persiapan untuk menghadapi resesi.

Menurut dua sumber,Foxconn berencana membangun pabrik untuk memproduksi iPhone. Namun, salah satu sumber menyebutkan belum ada tanda-tanda mengenai rencana tersebut. Juru Bicara Apple, Josh Rosenstock menolak berkomentar mengenai informasi tersebut.

Sementara Pegatron dikabarkan sedang berkomunikasi dengan salah satu lembaga pemberi pinjaman dan fasilitas tambahan di Meksiko, khususnya untuk merakit chip dan komponen elektronik lainnya. Hal itu juga diungkapkan oleh orang-orang yang menolak disebutkan namanya. Di sisi lain, pihak Pegatron pun enggan mengomentari berita tersebut.

Foxconn memiliki lima pabrik di Meksiko yang fokusnya memproduksi televisi dan server. Rencana ekspansi ini menggarisbawahi pergeseran rantai pasok global dari China di tengah masalah pertang dagang dan krisis Corona.

Pemerintahan Donald Trump sendiri sedang menjajaki insentif keuangan untuk mendorong perusahaan-perusahaan untuk memindahkan pabriknya dari Asia ke Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Karibia.

PT Solid Gold Berjangka | Skotlandia Masuk Jurang Resesi

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Skotlandia resmi masuk jurang resesi setelah ekonomi terkontraksi 2 kuartal berturut-turut. Ekonomi negara tersebut turun signifikan pada periode April hingga Juni 2020.

Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut juta tercatat mengalami penurunan. Berikut 3 faktanya:

1. Ekonomi Turun 19% Kebijakan lockdown yang dilakukan negara itu akibat pandemi COVID-19 mengakibatkan penurunan kinerja ekonomi dalam tiga bulan pertama alias kuartal I sebesar 2,5%. Angka PDB untuk April hingga Juni turun 19,7%.

Data ekonomi terbaru dari pemerintah Skotlandia memberikan angka bulanan sementara yang menunjukkan beberapa perbaikan pada bulan Juni, dengan peningkatan 5,7% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, PDB tetap 17,6% di bawah level bulan Februari.

2. Lockdown Dicabut, Ekonomi Tetap Tak Jalan

Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon mengatakan meskipun kebijakan lockdown sudah direlaksasi pada bulan Juni nyatanya banyak sektor ekonomi, terutama ritel dan perhotelan tetap tutup.

“Angka-angka tersebut menunjukkan skala tantangan ekonomi yang kita hadapi,” kata Sturgeon.

3. Jadi Negara ke 15 yang Masuk Resesi

Skotlandia menjadi negara 15 yang tercatat resmi mengalami resesi. Sebelumnya sudah ada 14 negara yang masuk jurang resesi seperti Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Inggris, hingga Thailand.

Solid Gold Berjangka | Jepang dan Thailand Terjun ke Jurang Resesi

Solid Gold Berjangka Makassar – Pandemi Virus Corona telah membuat ekonomi melambat. Akibatnya beberapa negara pun terjun ke dalam jurang resesi.

Mulai dari negara digdaya macam Amerika Serikat (AS), negara-negara Eropa, hingga beberapa negara Asia sudah terjerembap. Kini, Jepang dan Thailand jadi dua negara terbaru yang menyusul terjun ke jurang resesi.

Berikut ini fakta-fakta mengenai resesi Jepang dan Thailand:

1. Data Kontraksi Ekonomi

Ekonomi Thailand mengalami tekanan besar pada kuartal II-2020 bahkan terparah sejak krisis keuangan 1998. Mengutip Reuters pada Selasa (18/8/2020), Ekonomi Thailand tercatat minus 12,2% pada kuartal II-2020 dibanding periode yang dari tahun sebelumnya.

Kondisi itu sekaligus mengantar Thailand ke jurang resesi menyusul raihan kuartal I yang minus 2%. Ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan ekonomi akan menyusut 13,3% tahun ke tahun dan turun 11,4% kuartal ke kuartal.

Sementara itu, dilansir BBC, Jepang yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga dunia ini, justru mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Tercatat ekonomi Jepang minus 7,8% pada kuartal II atau minus 27,8% dari waktu yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 ini merupakan penurunan paling besar sejak angka pembanding tersedia di tahun 1980. Jumlahnya pun sedikit lebih besar dari perkiraan para analis. Sementara itu, bila dilihat datanya, penurunan ekonomi Jepang saat ini menjadi kinerja terburuknya sejak 1955.

2. Biang Kerok Lambatnya Perekonomian

Berdasarkan data badan perencanaan negara Thailand, penurunan pariwisata asing memberikan tekanan besar pada Thailand karena pandemi Corona. Tak hanya itu, Corona juga memukul konsumsi, investasi swasta, dan ekspor.

Kontraksi ekonomi yang terjadi juga diperparah dengan masalah lain bagi pemerintah Thailand yang tengah menghadapi protes anti-pemerintah. Pemulihan ekonomi Thailand juga dinilai akan memakan waktu lama.

Di sisi lain, faktor utama di balik kemerosotan Jepang adalah penurunan konsumsi domestik yang parah. Padahal konsumsi domestik Jepang menyumbang lebih dari separuh perekonomian. Ekspor juga turun tajam karena perdagangan global dilanda pandemi.

Penurunan tersebut memberikan tekanan lebih lanjut pada ekonomi Jepang yang sudah berjuang dengan efek kenaikan pajak penjualan menjadi 10% tahun lalu. Belum lagi dengan dampak topan Hagibis terhadap ekonomi.

3. Stimulus Langsung Digelontorkan

Deputi Baru Perdana Menteri Thailand, Supattanapong Punmeechaow mengatakan pemerintah akan mengumumkan lebih banyak stimulus bulan ini sebagai langkah menghadapi pelemahan ekonomi.

“Untuk mendukung ekonomi dan semua kelompok orang yang terkena dampak (resesi),” kata Supattanapong.

Untuk Jepang, Lembaga Capital Economics memprediksi pertumbuhan ekonomi Jepang dalam kuartal III tahun ini bangkit kembali dan berlanjut hingga tahun depan.

Pasalnya, Perdana Menteri Shinzo Abe pun telah memperkenalkan paket stimulus besar-besaran yang bertujuan untuk membantu meredam pukulan pandemi.

Sold Berjangka | Saham Teknologi Cetak Rekor, Bursa AS Dibuka Melejit

Solid Berjangka Makassar – Bursa saham Amerika Serikat Nasdaq dibuka pada rekor tertingginya pada perdagangan Selasa (18/8) ini. Demikian dengan indeks S&P 500 juga mengalami hal serupa, tembus mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Dikutip dari data perdagangan Reuters, penguatan kedua indeks saham AS ini ditopang oleh saham e-commerce Amazon.com dan saham teknologi lainnya.

Nasdaq Composite naik 41,03 poin, atau 0,37%, menjadi 11.170,75 pada bel pembukaan. S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 5,05 poin, atau 0,15%, pada 3.387,04. Dow Jones Industrial Average naik 8,57 poin, atau 0,03%, dibuka menjadi 27.853,48.

Sementara, tren penguatan Indeks utamaWall Street terus berlanjut pada perdagangan Selasa (18/8) ditopang oleh saham-saham ritel. Perusahaan ritel di AS selama adanya pandemi COVID-19 ini mencatatkan peningkatan pada penjualan mereka. Membuat harga saham perusahaan itu ikut terkerek naik.

Dikutip dari Reuters, saham Home Depot Inc naik 1% setelah mampu membukukan capaian triwulanan yang jauh di atas ekspektasi pasar.

Walmart Inc melaporkan rekor pertumbuhan dalam penjualan online mereka tetapi sahamnya, yang mencapai rekor tertinggi di sesi sebelumnya, pada perdagangan hari ini tergelincir 0,6%.

Saingan Home Depot yang lebih kecil, Lowe’s Cos Inc dan operator supermarket Target Corp juga naik menjelang pendapatan kuartalan mereka pada hari Rabu besok.

“Implikasi yang lebih luas dari apa yang Anda lihat dalam pola pengeluaran adalah bahwa luas pasar akan meningkat mulai saat ini,” kata kepala ekuitas global di PineBridge Investments di New York, Anik Sen dikutip dari Reuters, Selasa (18/8/2020).

RI-Kanada Kerja sama Genjot Eksportir Perempuan

Indonesia dan Kanada menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mendongkrak produk UMKM tembus ke pasar Kanada. Penandatangan MoU tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bersama Trade Facilitation Office (TFO) Canada.

“MoU ini merupakan satu lagi upaya untuk kita menjadi lebih dekat untuk mewujudkan tujuan bersama kita membina lingkungan ekonomi yang positif dan mengembangkan hubungan perdagangan dan peluang bisnis ke bisnis, serta untuk memperkuat kapasitas Indonesia untuk mempromosikan produk Indonesia ke pasar Kanada,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Selasa (18/8/2020).

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjelaskan, produk-produk yang bakal diekspor ke Kanada adalah produk UMKM milik pengusaha/eksportir perempuan.

“MoU kali ini kita fokus juga IKM-nya itu gender perempuan, jadi eksportir-eksportirnya gender perempuan,” kata Kasan.

Untuk produk yang diekspor adalah produk makanan olahan dan IT. “Yang kita mintakan untuk dilakukan pertama adalah capacity building lalu ada ekspor development-nya melalui teknik latihan tapi juga produknya juga kita ada, mencakup beberapa produk termasuk processed food product lalu ada IT juga,” tambahnya.

PT Solid Gold Berjangka | Dolar AS Lanjutkan Penguatan ke Rp 14.780

PT Solid Gold Berjangka Makassar – Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.780. Dolar AS masih dalam tren penguatan.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Jumat (14/8/2020).

Jika dikutip dari RTI, mata uang Paman Sam berada di level Rp 14.759. Dolar AS cenderung melemah tipis.

Dolar AS berada di level tertingginya di Rp 14.800 dan terendahnya di Rp 14.742.

Sedangkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka positif. IHSG menguat 7 poin (0,14%) ke 5.246.

IHSG kemudian melemah 5 poin (0,12%) ke 5.232. Sedangkan indeks LQ45 juga turun 2 poin (0,29%) ke 822.

Harga Emas Antam Naik Lagi, Masih Betah di Rp 1 Juta/Gram

Harga Emas Antam hari ini naik Rp 12.000 per gram. Harga emas Antam hari ini dijual di level Rp 1.040.000 per gram.

Demikian dikutip dari situs Antam, Jumat (14/8/2020).

Kemudian harga buyback emas Antam juga naik Rp 19.000 per gram ke Rp 930.000 per gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga emas tersebut.

Harga Emas Antam tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

  • Emas batangan 1 gram Rp 1.040.000
  • Emas batangan 5 gram Rp 4.980.000
  • Emas batangan 10 gram Rp 9.895.000
  • Emas batangan 25 gram Rp 24.612.000
  • Emas batangan 50 gram Rp 49.145.000
  • Emas batangan 100 gram Rp 98.212.000
  • Emas batangan 250 gram Rp 245.265.000
  • Emas batangan 500 gram Rp 490.320.000
  • Emas batangan 1.000 gram Rp 980.600.000

Harga Emas Antam hari ini naik Rp 12.000 per gram. Harga emas Antam hari ini dijual di level Rp 1.040.000 per gram.

Demikian dikutip dari situs Antam, Jumat (14/8/2020).

Kemudian harga buyback emas Antam juga naik Rp 19.000 per gram ke Rp 930.000 per gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga emas tersebut.

PT Solid Berjangka | Dolar AS Tertekan ke Level Rp 14.685

PT Solid Berjangka Makassar – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini turun. Dolar AS turun tipis ke level Rp 14.685.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Kamis (13/8/2020). Hingga pukul 09.35 WIB, dolar AS terpantau bergerak di level Rp 14.660-14.775.

Pergerakan dolar AS kembali menguat setelah sempat melemah kemarin. Jika ditarik dalam sepekan terakhir, nilai tukar dolar AS tercatat menguat 1,29% dan secara month to month menguat 0,98%.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka positif. IHSG menguat tipis ke level 5.245.

Dikutip dari perdagangan RTI, Kamis (13/8/2020), IHSG menguat 12 poin (0,24%) ke level 5.245. IHSG kemudian bergerak stagnan, sedangkan indeks LQ45 juga naik 1 poin (0,14%) ke 826.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 27,976.84 (+1.05%), NASDAQ ditutup 11,012.24 (+2.13%), S&P 500 ditutup 3,380.35 (+1.40%). Bursa saham US ditutup menguat pada perdagangan hari Rabu.